Manusia baru bisa memahami ketika sudah mengalami



Mungkin ada benarnya dengan istilah "yang tua lebih memahami". walaupun umur hanyalah deretan angka tetapi esensinya dengan umur manusia telah memiliki pengalaman, atau dalam pandangan lain adalah "pengalaman adalah guru terbaik".
Pengalaman buruk ataupun pengalaman baik, keduanya sama-sama akan mengantarkan individu ke tahap perkembangan mental diri yang baik. Tetapi, ternyata tidak setiap pengalaman akan menjadi guru terbaik, jika ingin memperoleh pengalaman sebagai pembelajaran, syaratnya adalah individu tersebut haruslah memiliki kesadaran.
Kesadaran untuk belajar, kesadaran bahwa pengalaman tersebut memiliki nilai, dan untuk mencapai kesadaran tersebut diperlukan sebuah kognitif. Jadi untuk menjadikan sebuah pengalaman adalah guru yang terbaik syaratnya individu tersebut perlu memiliki kognitif yang optimal. dari kognitif yang optimal ini akan melahirkan pola pikir yang akhirnya akan menghasilkan sebuah persepsi, jika persepsi tersebut sudah dijalankan dan konsisten maka akan menjadi sebuah nilai hidup bagi manusia tersebut.

ah, sudah.. itu cuma intro racau.. heuheuheu

Sebetulnya saya sering mengalami hal yang seperti ini, sebelumnya saya sering bertingkah ceroboh kepada circle saya, walaupun niatnya hanya sekadar joke, namun ketika joke tersebut sudah saya alami, kini saya sadar, bahwa joke tersebut menimbulkan efek yang tidak baik untuk psikis seseorang :D
maka berhati-hatilah dalam ucapan, atau jika dalam konteks saat ini tepatnya "berhati-hati dalam bermedsos"
Ya... pada akhirnya manusia akan memahami terhadap sesuatu ketika sudah mengalaminya.

Jika ada sesuatu yang baru tentang ini, ke depan akan saya perpanjang lagi bahasannya :)

Komentar

Postingan Populer